Sifat Shalat Nabi (1)

Sifat Shalat Nabi (1)

Salah satu hal yang wajib kita ketahui mengenai ibadah adalah bahwa setiap kegiatan ibadah yang kita lakukan harus memenuhi syarat berupa ikhlas dan mutaba’ah, mengikuti Rasulullah Shallallahu Alihi Wasalaam.

Ibadah yang kita lakukan hendaknya kita lakukan dengan ikhlas mengharapkan ridha dari Allah Subhanahuwata’ala. Selain itu ibadah juga harus berdasarkan ittiba (mengikuti) ajaran Rasulullah Shalallahu ‘Alaihiwasalam. Demikian pula dengan ibadah shalat yang kita lakukan sehari-hari.

Ibadah shalat adalah ibadah yang telah diperintahkan kepada umat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasalaam, sebagaimana firman Allah Subhanahu Wata’ala :

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku“. (Al-Baqarah : 43) 

Yang dimaksud mendirikan shalat disini artinya adalah mengerjakan shalat secara benar sesuai dengan yang disebutkan dalam syariat, yakni mengikhlaskan shalat semata hanya untuk Allah Subhanahu Wata’ala, serta mengikuti shalat yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasalam. 

Sifat Shalat Nabi
Sifat Shalat Nabi

Mengapa Harus Mengikuti Sifat Shalat Nabi?

Salah satu alasan dalam mengikuti sifat shalat nabi adalah karena diperintahkan oleh Rasulullah sendiri, dimana segala amal ibadah (tidak hanya shalat) harus disandarkan kepada As-Sunnah yaitu contoh, perbuatan ataupun perkataan Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasalam.

Hal ini sebagai salah satu realisasi atas makna shadatain “Wa Ashadu Anna Muhammadan Rasulullah”, yaitu mengakui secara lahir batin bahwa Nabi Muhammad beliau adalah hamba Allah dan RasulNya yang diutus kepada manusia secara keseluruhan, serta mengamalkan konsekuensinya: menta’ati perintahnya, membenarkan ucapannya, menjauhi larangannya, dan tidak menyembah  Allah kecuali dengan apa yang disyari’atkan.

Demikian pula dengan ibadah shalat, konsekuensi dari kalimah syahadat adalah mengikuti contoh shalat yang diajarkan oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi wasalam (Sifat Shalat Nabi)

صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي

Shalatlah sebagaimana kalian melihat aku shalat
(HR.Bukhari no.6705, Ad-Darimi no.1225  dari Malik bin Al Huwairits radliallahu ‘anhu)

Siapakah Yang diperintahkan Shalat Sesuai Sifat Shalat Nabi?

Rasul memerintahkan kita untuk shalat sebagaimana beliau shalat (Sifat Shalat Nabi). Walaupun hadist ini disampaikan kepada para sahabat pada saat itu, akan tetapi pada hakikatnya hal ini juga ditujukan untuk kita yang mengaku sebagai umat nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasalam hingga akhir zaman.

عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَدَخَلَ رَجُلٌ فَصَلَّى فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَدَّ وَقَالَ ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ فَرَجَعَ يُصَلِّي كَمَا صَلَّى ثُمَّ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ ثَلَاثًا فَقَالَ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ مَا أُحْسِنُ غَيْرَهُ فَعَلِّمْنِي فَقَالَ إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلَاةِ فَكَبِّرْ ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنْ الْقُرْآنِ ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْدِلَ قَائِمًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا وَافْعَلْ ذَلِكَ فِي صَلَاتِكَ كُلِّهَا

Artinya : Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masuk ke masjid, kemudian ada seorang laki-laki masuk Masjid lalu shalat. Kemudian mengucapkan salam kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau menjawab dan berkata kepadanya, “Kembalilah dan ulangi shalatmu karena kamu belum shalat!” Maka orang itu mengulangi shalatnya seperti yang dilakukannya pertama tadi. Lalu datang menghadap kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan memberi salam. Namun Beliau kembali berkata: “Kembalilah dan ulangi shalatmu karena kamu belum shalat!” Beliau memerintahkan orang ini sampai tiga kali hingga akhirnya laki-laki tersebut berkata, “Demi Dzat yang mengutus anda dengan hak, aku tidak bisa melakukan yang lebih baik dari itu. Maka ajarkkanlah aku!” Beliau lantas berkata: “Jika kamu berdiri untuk shalat maka mulailah dengan takbir, lalu bacalah apa yang mudah buatmu dari Al Qur’an kemudian rukuklah sampai benar-benar rukuk dengan thuma’ninah (tenang), lalu bangkitlah (dari rukuk) hingga kamu berdiri tegak, lalu sujudlah sampai hingga benar-benar thuma’ninah, lalu angkat (kepalamu) untuk duduk hingga benar-benar duduk dengan thuma’ninah. Maka lakukanlah dengan cara seperti itu dalam seluruh shalat (rakaat) mu”. [HR. Bukhari (793), Muslim (397)]

Mengerjakan Shalat Sesuai dengan Syar’i

Hadist tersebut diatas menggambarkan bahwa penafian Rasulullah disini adalah penafian syar’i bukan penafian nyata, karena orang yang disebutkan dalam hadis tersebut sudah mengerjakan shalat, hanya saja ia tidak mengerjakan shalat sesuai dengan syar’i karena tidak tumakninah, sehingga ia mengulah shalat yang sama sebanyak tiga kali.

Nabi Shallallahu Alaihi Wasalam sengaja mengulang-ulang perintah tersebut agar orang yang bersangkutan sampai pada satu kesimpulan, yaitu membuatnya penasaran untuk mempelajari ilmu (yaitu tentang shalat yang benar), agar ketika ilmu disampaikan, ia berada dalam kondisi sangat penasaran untuk menerimanya, sehingga ilmu yang diajarkan oleh Rasullullah Shallallahu Alaihi Wasalam tertanam kuat di dalam jiwanya. 

Hadis tersebut menjadi pelajaran bagi kita, agar berusaha sebisa mungkin untuk mempraktikan tata cara shalat yang bersumber dari Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasalam (yang dalam hal ini kita sebut sebagai Sifat Shalat Nabi), sehingga kita benar-benar menjalankan ibadah shalat sebagaimana nabi shalat. 

Perlu Sahabat ketahui bahwa tata cara shalat disebutkan di dalam Alqur’an secara muthlaq, umum dan tidak dijelaskan secara terperinci. Aka tetapi, As-Sunnah telah menjelaskan hal tersebut secara sempurna. Oleh karena itulah maka blog ini akan mencoba merangkum berbagai sumber yang Insyaa Allah sumber yang jelas dengan dasar Alqur’an dan As Sunah.

Jadi mari kita luruskan niat kita untuk mempelajari tata cara shalat ini sesuai sifat shalat Nabi Shallallahu Alaihi Wasalam. Kita akan lanjutkan pada Sifat Shalat Sesuai Riwayat dari Rasullullah ini pada artikel selanjutnya yaitu mengenai Tata Cara Takbiratul Ihram.

Loading...